Seperti yg dulu dikatakan dosen ekonomi moneterku: economics is a matter of choice, just like life.. Apapun itu kita slalu dihadapi pilihan, gak pernah ada dead end..slalu ada pintu yg bs dibuka, walau mungkin hrs mencari kuncinya dulu..jd ketika dihadapi dgn suatu masalah yg akan dilakukan adalah memilih untuk menjalaninya semampu mungkin..well, tadi pagi ak memilih buat bangun lebih pagi, melawan rasa kantuk n dingin krn hujan msh turun..padahl masi pengen banget gelung2an di selimut tebelku... basah2an nyampe kantor,memilih untuk sarapan dgn ayam bekel dr rmh, ga menyeduh indocofeemix...hihi..ngiklan dikit..walo tunduh cos dah semaleman ngopi trs buat obat ngantuk gara2 ada lemburan kantor, memutuskan bwt tgl 17 nanti, ga ikut genchat maen karena lbh ingin nyampe rmh bwt blajar n baca novel..hufhh, memilih untuk tetap menjaga hati...ga ikut2 gank kuliah dulu ke ulang taun gina di blowfish..biar pengen...memilih untuk menghindar n ga membahas hal2 yg mungkin bakal bikin ak senewen sm si dy..walaupun sebenernya gregetan pengen ngomong n ngumel2..sori sroberi sayang..muacch..=)
We always have a choice...to be a good or worst
Kamis, 10 Desember 2009
it's a matter of choice
Diposting oleh aninditta syarif di 11.06 0 komentar
ayah itu MENAKJUBKAN!!!!
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain
dengan teman-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil
mereka.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk
membuatmu senang tapi tidak takut.
Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu"
Ketika ia ingin berkata ,,tidak"
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika
anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau
meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak
akan pernah bisa melepaskannya.
ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa
takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...
tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang
malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar
selama hampir satu bulan
Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng
meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari
terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau
gantikan posisi Ayah di hatimu"
Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan,
untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung,
untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku.
untuk tetes "air mata laki-laki "yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku,
untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati.
Tak akan pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan
.......jazakallah bil jannah, " semoga Allah mengganti semuanya
dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Alloh beri,
semoga...... .."
SORRY...COZ I'M ALWAYS MAKE U WORRY..
Happy Barakah Day papa...12122009
I'll pay with anything i have ...for your healthy n smile
Diposting oleh aninditta syarif di 10.16 0 komentar
F= k* (m1+m2)/(r*r) --->> waduuh fisika amat sih!!
Ada temen kantor tiba2 ngasih rumus ini... Waauu...dasar otak anak2 tehnik, sampe cinta aj didefinisikan pake rumus Hukum Gravitasi Penjelasannya tuh gini:
F= k* (m1+m2)/(r*r)---> cinta itu berbanding lurus dengan perasaan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak!
wah kalo yang ngerasain LDR (Long Distance Relationship) mesti pada teriak2 kecewa *kayak yang nulis blog T_T*
hmmmm... ini ada sekelumit cuplikan chatting-ku ama mas yang ngasih rumus ini
otnamhcar : wah.....
otnamhcar : padahal cinta itu kaya hukum newton loh
dittanova : apaan?
otnamhcar : F= k* (m1+m2)/(r*r)
dittanova : waduh
dittanova : trus maksudnya apa?
otnamhcar : cinta itu berbanding lurus dengan perasaan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
dittanova : maksudnya berbanding terbalik??
otnamhcar : jarak akan sangat berpengaruh terhadap suatu hubungan
otnamhcar : bahkan sangat vital
dittanova : hmmm really?
otnamhcar : km ga pengaruh,masa sih?
dittanova : ya efek si pasti ada
dittanova : tapi kan masih ada perasaan yang berbanding lurus ama cinta itu
dittanova : jadi itu aja yang digedein
otnamhcar : sip....
otnamhcar : ga cuma perasaan, tapi juga kepercayaan dan kesetiaan..
dittanova : itu emang mestinya udah satu paket
dittanova : kalo kita berani memberikan cinta dan perasaan yang besar
otnamhcar : mengontrol semua itu gak mudah lho de'
dittanova : di dalamnya harus ada kesetiaan dan kepercayaan yang besar juga
dittanova : emang gak mudah
dittanova : emang suatu hubungan kan butuh perjuangan
otnamhcar : sering kontak kan?
dittanova : yupz
benernya siyh aku ga begitu mudeng2 amat sama rumusnya...tapi emang kalo dalam suatu relationship kita terlalu concern ama jarak yang misahin kita dan bukan ama kualitas dari hubungan itu sendiri, juga sama aj lah!
in conclusion... segala macam hubungan itu pasti ada uniknya sendiri2 and buat LDR, karena udah tau jarak yang jadi main problem mestinya kita bisa ningkatin kualitas dari hubungan itu sendiri dengan perasaan yang cukup besar, kepercayaan dan kesetiaan dalam satu paket! jadi kalo denger kata pepatah "cinta itu gak kenal jarak" bisa aja berlaku koq! tinggal gimana kita ngejalaninnya aja... *menghibur diri sendiri...hahahha...
glitter-graphics.com
Diposting oleh aninditta syarif di 09.36 0 komentar
Selasa, 08 Desember 2009
EVerythiNG -- Michael Buble
You're a falling star, You're the get away car.
You're the line in the sand when I go too far.
You're the swimming pool, on an August day.
And You're the perfect thing to see.
And you play your card, but it's kinda cute.
Ah, When you smile at me you know exactly what you do.
Baby don't pretend, that you don't know it's true.
Cause you can see it when I look at you.
[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.
You're a carousel, you're a wishing well,
And you light me up, when you ring my bell.
You're a mystery, you're from outer space,
You're every minute of my everyday.
And I can't believe, uh that I'm your man,
And I get to kiss you baby just because I can.
Whatever comes our way, ah we'll see it through,
And you know that's what our love can do.
[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing
You're every line, you're every word, you're everything.
So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La
[Chorus:]
And in this crazy life, and through these crazy times
It's you, it's you, You make me sing.
You're every line, you're every word, you're everything.
You're every song, and I sing along.
Cause you're my everything.
yeah, yeah
So, La, La, La, La, La, La, La
So, La, La, La, La, La, La, La
Diposting oleh aninditta syarif di 23.11 0 komentar
Senin, 07 Desember 2009
Belajar dari cintanya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh mempesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibnu Abdullah Sang Terpercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka'bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!
'Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakar Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu. ”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah
”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakar ditolak. Dan Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab.
Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. Umar jauh lebih layak. Dan Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Maka Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?
”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” . Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanak2an, ia pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.
Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. ”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” ”Entahlah..” ”Apa maksudmu?” ”Menurut kalian apakah Ahlan wa Sahlan berarti sebuah jawaban!” Teman2nya tertawa, Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”
Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa „Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”
Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti.
Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggung jawab
atas setiap perasaan kita..
glitter-graphics.com
Diposting oleh aninditta syarif di 09.37 0 komentar

